LPI News - Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong pengembangan program gentengisasi di provinsi ini dengan memanfaatkan bahan baku lokal berupa limbah tanah sisa pengolahan bauksit dan tanah kaolin yang tersedia di sejumlah wilayah Kalbar.
Dalam peninjauan operasional Torasera Abdussalam di Jalan Poros Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Ria Norsan menjelaskan bahwa Kalbar memiliki potensi besar dalam mendukung industri genteng secara mandiri karena ketersediaan material pendukung yang melimpah.
Gubernur Ria Norsan mengatakan bahwa dalam proses penambangan bauksit, mineral utama yang diambil adalah bijihnya, sedangkan sisa tanahnya masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pengolahan genteng. Ia menyatakan, “Kalau gentengisasi diterapkan di Kalbar, kita sudah punya bahan baku. Bekas produksi bauksit itu ada tanahnya yang bisa dibuat genteng.”
Selain limbah bauksit, Kalbar juga memiliki cadangan tanah kaolin yang selama ini dikenal sebagai salah satu bahan baku industri keramik dan genteng. Hal ini dinilai membuka peluang bagi pengembangan industri hilir berbasis pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bernilai tambah tinggi.
Ria Norsan menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung pihak-pihak, termasuk koperasi maupun pelaku usaha lokal, yang ingin mengembangkan industri genteng berbasis bahan baku lokal tersebut. Ia berharap program gentengisasi tidak hanya berdampak pada penyediaan material bangunan yang lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Kalbar.
Post a Comment for "Ria Norsan Dorong Pemanfaatan Limbah Bauksit Jadi Bahan Baku Genteng di Kalbar"
Bagaimana Menurut Anda?