LPI News ~ Pontianak – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, berbagai capaian pembangunan menunjukkan hasil yang terukur, khususnya pada sektor ekonomi yang mampu melampaui rata-rata nasional.
Dalam kurun waktu satu tahun tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menitikberatkan pada penguatan tata kelola pemerintahan berbasis kinerja melalui indikator yang jelas dan terukur, sehingga setiap program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ria Norsan menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinan menjadi fase penting dalam membangun fondasi pembangunan yang berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar realisasi administratif semata.
“Kami memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata. IKU dan IKD menjadi alat utama untuk mengawal pembangunan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa indikator kinerja utama (IKU) dan indikator kinerja daerah (IKD) menjadi instrumen penting dalam mengendalikan arah pembangunan agar lebih terukur, akuntabel, serta berdampak langsung kepada masyarakat.
Dari sisi ekonomi, capaian Kalimantan Barat menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,39 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen. Hal ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat di berbagai sektor.
Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat juga mengalami perbaikan. Tingkat kemiskinan tercatat menurun dari 6,16 persen menjadi 5,97 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 4,82 persen menjadi 4,63 persen.
Ketimpangan pendapatan turut terkendali dengan gini rasio yang menurun dari 0,316 menjadi 0,308, lebih baik dibandingkan capaian nasional yang berada di angka 0,375.
Di sisi lain, pemerintah provinsi juga mendorong pemerataan pembangunan hingga ke desa. Persentase desa mandiri mencapai 51,07 persen, menunjukkan adanya peningkatan dalam pembangunan ekonomi dan pelayanan dasar di tingkat desa.
Sektor ketahanan pangan juga menjadi perhatian dengan indeks ketahanan pangan yang berada pada angka 71,52, sebagai indikator stabilitas ketersediaan dan akses pangan masyarakat.
Dalam pembangunan sumber daya manusia, berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Pemuda tercatat 62,21, mencerminkan upaya dalam menciptakan generasi yang produktif dan berdaya saing.
Bidang pendidikan turut mengalami peningkatan dengan rata-rata lama sekolah mencapai 8,07 tahun dan harapan lama sekolah sebesar 12,69 tahun. Sementara itu, indeks pembangunan literasi masyarakat berada pada angka 31,16.
Di sektor kesehatan, usia harapan hidup mencapai 74,28 tahun, serta prevalensi stunting yang berada di angka 14 persen dan terus ditekan melalui berbagai intervensi lintas sektor.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis bahwa fondasi pembangunan yang telah dibangun selama satu tahun ini akan menjadi dasar kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
#LPINews

Post a Comment for "Setahun Kepemimpinan Norsan–Krisantus, Ekonomi Kalbar Tumbuh Melebihi Nasional"
Bagaimana Menurut Anda?