Di tengah semarak ratusan tim peserta yang turut ambil bagian, Norsan menyampaikan bahwa tradisi Sahur-Sahur bukan sekadar agenda tahunan, melainkan merupakan kekuatan identitas masyarakat Kalimantan Barat yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Festival yang berlangsung hingga 7 Maret 2026 tersebut kembali masuk dalam kalender event provinsi dan secara resmi ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Menurut Norsan, pengakuan di tingkat nasional tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal Kalimantan Barat memiliki daya tarik dan kualitas yang mampu bersaing secara luas.
Dalam arahannya, ia juga menyoroti konsistensi masyarakat Mempawah dalam menjaga dan melestarikan tradisi Sahur-Sahur dari generasi ke generasi.
“Energi kebersamaan yang terpancar malam ini menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap hidup hingga saat ini. Festival ini bukan hanya perayaan, tetapi juga ruang ekspresi masyarakat,” ujar Norsan.
Ia menilai bahwa pelestarian budaya harus dibarengi dengan inovasi agar tetap relevan bagi generasi muda tanpa meninggalkan akar tradisi yang ada.
Menurutnya, Festival Sahur-Sahur telah menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat dikemas secara kreatif dan menarik sehingga mampu menarik perhatian masyarakat luas.
Momentum pelaksanaan festival tahun ini juga dinilai istimewa karena bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan bulan suci Ramadan.
Norsan menyebut pertemuan dua momen tersebut sebagai gambaran harmoni yang menjadi kekuatan utama Kalimantan Barat dalam menjaga keberagaman.
“Dua cahaya menyatu untuk membangun Kalbar yang kita cintai. Kolaborasi antara masyarakat Tionghoa dan Melayu adalah kekuatan besar untuk membangun Kalbar yang kita banggakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Norsan berharap Festival Sahur-Sahur tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata lokal.
Ia menekankan pentingnya menjadikan kegiatan budaya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menutup sambutannya, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada di Kalimantan Barat.
“Kalbar adalah rumah besar kita yang harus kita bangun bersama,” pungkas Ria Norsan.
#LPINews

Post a Comment for "Festival Sahur-Sahur 2026, Gubernur Norsan Tegaskan Budaya Jadi Pilar Pembangunan Kalbar"
Bagaimana Menurut Anda?