Buka-Bukaan Saat May Day 2026, Gubernur Kalbar Ungkap Modal Rp8.400 BPJS Bisa Cair Rp811 Juta

Landak Pusat Informasi, LPI News – Pontianak, 1 Mei 2026 – Isu jaminan sosial dan hak buruh menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Disnakertrans Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (1/5/2026). Di hadapan ratusan perwakilan pekerja, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan secara terbuka meminta jajaran pengusaha di Kalbar untuk tidak melalaikan kewajiban perlindungan sosial bagi para anggotanya.

Gubernur menilai iuran BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaring pengaman finansial yang sangat krusial bagi keluarga pekerja saat diterpa musibah. Norsan menyoroti kasus nyata seorang pekerja sektor sawit yang meninggal dunia, di mana ahli warisnya mendapatkan santunan senilai Rp811 juta padahal iuran yang dibayarkan hanya sebesar Rp16.800 saban bulan. Nilai tersebut bahkan kian terjangkau setelah adanya pemotongan iuran 50 persen bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) menjadi Rp8.400 saja.

Melalui momentum acara bertajuk “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” ini, Norsan turut mewanti-wanti para pemilik usaha agar senantiasa tepat waktu dalam membayarkan hak upah serta pesangon buruh. Di sisi lain, para pekerja juga diminta untuk menjaga produktivitas serta profesionalisme demi menciptakan iklim investasi yang harmonis tanpa gesekan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Norsan secara tegas menyebut para buruh sebagai pahlawan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tidak akan berjalan tanpa adanya peran serta keringat para buruh di lapangan. Pemerintah Provinsi Kalbar pun menegaskan komitmennya untuk selalu membuka ruang dialog yang adil demi menjembatani berbagai aspirasi pekerja.

Kendati demikian, peringatan May Day 2026 di Kalbar juga memunculkan desakan keras dari organisasi serikat pekerja. Ketua Korwil Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Kalbar, Suherman, menyuarakan nasib para Buruh Harian Lepas (BHL) di sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit agar segera diangkat menjadi pekerja tetap. Suherman menyayangkan masih tebalnya ketimpangan di mana banyak BHL belum mengantongi jaminan sosial yang memadai.

Selain masalah status kerja, KSBSI turut menyoroti minimnya jumlah personel pengawas ketenagakerjaan di lapangan. Untuk menutup celah tersebut, KSBSI mendorong adanya keterlibatan aparat penegak hukum serta penguatan sokongan anggaran bagi unsur tripartit daerah guna memetakan potensi konflik sejak dini.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Disnakertrans Kalbar Ahmad Priyono mengungkapkan bahwa kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan di Kalbar telah menembus angka 1,1 juta tenaga kerja hingga pertengahan 2026. Pihaknya berjanji akan mengintensifkan pengawasan di area perkebunan hingga kawasan tambang agar hak-hak dasar buruh harian tidak ada lagi yang terabaikan.

#LpiNews #landakpusatinformasi

Post a Comment for "Buka-Bukaan Saat May Day 2026, Gubernur Kalbar Ungkap Modal Rp8.400 BPJS Bisa Cair Rp811 Juta"