Landak Pusat Informasi, LPI News – Jakarta, 9 Juli 2026 – Keberadaan Kawasan Industri Pulau Penebang di Kabupaten Kayong Utara terbukti memberikan dampak positif yang nyata bagi perbaikan taraf hidup dan perekonomian warga lokal. Manfaat riil tersebut mewujud dalam bentuk penyerapan tenaga kerja lokal, penggerakan roda ekonomi daerah, hingga penyaluran bantuan langsung berupa pasokan listrik serta bahan pangan untuk penduduk di Desa Pelapis. Kehadiran aktivitas industri ini menjelma sebagai salah satu pilar utama pendorong kemajuan daerah yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Penegasan terkait besarnya kemanfaatan investasi tersebut diutarakan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, di sela-sela perhelatan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan (TSLB) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026). Pada momentum tersebut, Gubernur memberikan apresiasi khusus atas kegiatan operasional PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Pulau Penebang yang dinilai bukan cuma memperkokoh iklim investasi Kalbar, melainkan aktif menyalurkan nilai tambah langsung untuk meringankan beban masyarakat sekitar.
Keberhasilan sinergi di sektor industri ini berbanding lurus dengan tren positif indikator makroekonomi Kalimantan Barat yang menunjukkan kurva peningkatan. Pada tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi Kalbar sukses menembus angka 5,39 persen, meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang berada di level 4,90 persen. Pertumbuhan Progresif yang didorong oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian ini turut memberi kontribusi langsung pada kesejahteraan sosial, yang tecermin dari turunnya tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat hingga ke posisi 6,16 persen per Maret 2025.
Demi merawat keberlanjutan tren positif tersebut, Pemprov Kalbar secara intensif memantapkan penyelarasan kebijakan antara agenda pembangunan daerah dan dunia usaha. Melalui wadah Forum TSLB/CSR ini, pihak pemerintah provinsi menaruh harapan agar setiap korporasi mengalokasikan dana tanggung jawab sosial mereka secara berdaya guna serta tepat sasaran pada bidang-bidang krusial mencakup infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi warga demi menyukseskan target pembangunan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027.
Sinyal komitmen dari sektor swasta terhadap akselerasi pembangunan daerah pun memperlihatkan capaian yang amat menjanjikan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kalbar, Linda Purnama, membeberkan bahwa nilai komitmen CSR yang sukses dikumpulkan dalam forum ini telah menyentuh angka Rp17,9 miliar. Besaran investasi sosial tersebut diprediksi bakal terus merangkak naik seiring dengan kian tingginya keterlibatan aktif dari pelbagai korporasi yang menjalankan usahanya di wilayah Kalimantan Barat.
#LpiNews #landakpusatinformasi

Post a Comment for "Geliat Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Pilar Ekonomi Warga Kayong Utara, Gubernur Ria Norsan Puji Kontribusi Sektor Industri"
Bagaimana Menurut Anda?