Landak Pusat Informasi, LPI News ~ Ngabang – 5 September 2026, Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Ngabang menggelar ritual adat Bapinta Ka’ Jubata di Tugu Batu Pakat, Binua Pantu Seratus, Kawasan Terminal Bus Ngabang, Kabupaten Landak, Sabtu (5/9/2026) pagi. Ritual adat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan perlindungan dari bencana kabut asap serta kemarau panjang yang berdampak luas bagi masyarakat.
Ketua DAD Kecamatan Ngabang, Cahyatanus, menjelaskan bahwa prosesi doa digelar menggunakan versi Dayak sebagai wujud melestarikan adat dan budaya turun-temurun dalam meminta pertolongan kepada sang pencipta.
"Saya Cahyatanus Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Ngabang, yang mana pada hari ini kita sudah melaksanakan ritual adat 'Bapinta' kepada Jubata. Dan tadi sudah kita dengar bersama bahwa doa 'Bapinta' menggunakan doa versi Dayak, di mana kegiatan hari ini dalam rangka kita meminta keselamatan kepada Jubata yang menciptakan langit dan bumi. Nah, kegiatan hari ini bukan berarti kita orang Dayak menduakan Tuhan, tidak. Tetapi ini adalah budaya kita, adat kita. Sebagai orang Dayak, tentunya kita melakukan hal-hal yang berkaitan dengan adat kita," ujar Cahyatanus usai pelaksanaan ritual.
Cahyatanus menyoroti berbagai dampak buruk akibat fenomena kemarau panjang dan kabut asap yang melanda daerah tersebut, mulai dari terganggunya aktivitas pendidikan hingga ancaman kesehatan masyarakat.
"Nah, oleh karenanya kita meminta kepada Tuhan supaya Tuhan memberikan keselamatan kepada kita dalam situasi dan kondisi yang saat ini seperti kabut asap, kemudian kemarau yang panjang, sehingga dampak daripada kemarau yang panjang itu banyak sekali seperti sekolah-sekolah diliburkan, kemudian penyakit juga terutama yang disebabkan oleh asap. Nah oleh karenanya kita meminta kepada Tuhan, kepada Jubata agar Tuhan memberikan kesehatan, jasmani dan rohani kepada kita semua," katanya.
Melalui ritual ini, DAD Ngabang memanjatkan doa agar hujan dapat kembali turun secara berkelanjutan guna membersihkan kabut asap yang menyelimuti wilayah Landak.
"Dan tentunya seluruh masyarakat tetap menginginkan turunnya hujan. Dan kita juga bersyukur bahwa malam tadi kita sudah diguyur oleh hujan. Tapi kita berharap bahwa hujan ini akan terus, sehingga suasana, cuaca kita, daerah kita yang selama ini diselimuti oleh asap kabut, boleh kembali cerah dan normal," tambah Cahyatanus.
Selain memanjatkan doa, Cahyatanus turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam dan hutan. Ia meyakini bahwa masyarakat Dayak sangat menghormati tradisi berladang yang bijak dan menganggap asap pekat yang terjadi belakangan ini bukan berasal dari aktivitas peladang tradisional.
"Kita tetap memberikan himbauan kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga hutan kita, sama-sama menjaga alam kita. Karena kita hidup dari alam, saya yakin dan percaya bahwa masyarakat dayak itu sangat menghormati alam, sangat menghormati adat dan budaya. Dan jika pun ada yang membuka lahan pertanian tentunya mereka sudah paham, sudah tahu. Karena memang dari dulu turun-temurun dari nenek moyang kita masyarakat dayak itu berladang dengan tata caranya masing-masing. Saya yakin dan percaya bahwa asap yang ditimbulkan selama ini bukan karena ulah peladang, tetapi ada hal-hal lain yang menyebabkan asap itu sangat luar biasa," jelasnya.
Menutup keterangannya, Ketua DAD Ngabang meminta masyarakat umum maupun oknum tertentu untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan pembakaran lahan demi mencegah kondisi udara semakin memburuk.
"Nah oleh karenanya kepada siapapun dia masyarakat atau oknum-oknum tertentu ayo kita sama-sama menjaga alam kita, menjaga hutan kita dan untuk sementara waktu karena memang cuaca masih belum memungkinkan untuk tidak melakukan pebakaran-pebakaran lahan. Walaupun itu skala kecil. Terima kasih," pungkasnya.
#LPINews #landakpusatinformasi


Post a Comment for "DAD Ngabang Laksanakan Ritual Bapinta Ka’ Jubata, Minta Perlindungan Bencana Asap, Kesehatan Warga, serta Hujan Lanjutan"
Bagaimana Menurut Anda?