Area Terbakar Tinggal 200 Hektare, Gubernur Norsan Apresiasi Gerak Cepat Dukungan Pusat dan Satgas Karhutla Kalbar

Landak Pusat Informasi, LPI News – Kubu Raya, 5 September 2026 – Langkah terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat membuahkan hasil memuaskan. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membeberkan bahwa luas areal terdampak karhutla yang semula sempat menyentuh angka 38.000 hektare, kini telah susut drastis dan hanya menyisakan sekitar 200 hektare lebih yang berada dalam tahap akhir penanganan.

Keterangan resmi ini disampaikan Norsan di sela-sela peninjauan lokasi karhutla bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto di Dusun Sukadamai, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026).

Penurunan signifikan juga tercatat pada peta sebaran titik panas. Dari puncak krisis yang sempat melampaui 2.000 titik, pemantauan terkini Satgas menunjukkan angka hotspot kini tersisa sekitar 50 titik api yang terus dikawal ketat personel gabungan.

“Dari sekitar 38.000 hektare yang terbakar, sekarang tinggal sekitar 200 hektare lebih lagi yang masih ditangani. Titik api juga sudah mulai menurun dari sekitar 2.000 titik, kemudian menjadi 100 lebih, dan sekarang tinggal sekitar 50 titik api,” ujar Norsan.

Norsan menggarisbawahi bahwa efektivitas penanggulangan ini tercipta berkat soliditas penuh dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemda, hingga asistensi masif pemerintah pusat, yang diperkuat dengan hadirnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Alhamdulillah seluruh stakeholder, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD daerah maupun pusat berkolaborasi semuanya turun untuk memadamkan api,” katanya.

Mewakili jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kalbar, Norsan turut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah pusat atas respons cepat dan kepedulian di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Bapak Presiden, Menteri Dalam Negeri, dan Kepala BNPB yang sudah hadir langsung melihat situasi dan kondisi kebakaran hutan di Kalimantan Barat,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa fokus penanganan saat ini bertumpu pada penetrasi api di bawah permukaan tanah gambut. Kebakaran lahan gambut memiliki tingkat kerumitan tinggi karena bara api bersembunyi di dalam tanah walau permukaan luar tampak padam.

Suharyanto mencontohkan lamanya penanganan di Dusun Sukadamai yang memakan waktu hingga satu minggu untuk lahan seluas tujuh hektare.

“Sudah enam hari ini terbakar. Luasnya tidak banyak, tujuh hektare. Tetapi karena lahan gambut, selama enam hari itu baru berhasil enam hektare. Berarti satu hari hanya satu hektare. Saking sulitnya dipadamkan,” kata Suharyanto.

Kondisi tersebut membuat operasi pemadaman berfokus pada melumpuhkan titik asap yang masih mengepul dari dalam tanah.

“Sekarang yang jadi masalah bukan lagi apinya. Di banyak tempat apinya sudah tidak terlihat, tetapi asapnya masih ada. Karena lahan gambut, harus dipastikan benar-benar padam,” ujarnya.

Menjawab tantangan tersebut, tim pemadam menerapkan teknik penyuntikan air langsung ke dalam lapisan dalam tanah mengandalkan perangkat pipa khusus guna memastikan sumber bara padam total.

Suharyanto pun memberikan pujian khusus atas kepemimpinan lapangan di Kalbar yang solid menerjunkan seluruh kekuatan darat.

“Saya bangga melihat satgas darat di tempat ini. Pak Gubernur turun langsung, Pak Pangdam turun langsung. Ada Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, Dinas Kehutanan, KPH, TNI dan Polri. Semua bahu-membahu melakukan pemadaman,” katanya.

Pemprov Kalbar dan Satgas Karhutla memastikan patroli serta penyisiran lokasi tidak akan dikendurkan sampai seluruh potensi bara api gambut benar-benar padam secara keseluruhan.

#LpiNews #landakpusatinformasi

Post a Comment for "Area Terbakar Tinggal 200 Hektare, Gubernur Norsan Apresiasi Gerak Cepat Dukungan Pusat dan Satgas Karhutla Kalbar"